Toleransi Keluarga – Dp3akb Jabar

Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR)

Untuk mendeteksi maklumat agenda hampiran Motekar, silakan klik pada siniApa itu Motekar? Silakan tengok film berikut ini.

Motekar berasal mulai Bahasa Sunda yg mengandung faedah “akan berusaha jatah mengubah nasibnya”. Istilah ini diambil untuk memberikan dukungan bahwa faedah membarui nasib badan delegasi pemudi beserta kerabat pra-damai makmur memperoleh dilakukan dengan adanya hasrat lalu melangsungkan usaha (ikhtiar). Motivator Ketahanan Keluarga yang jua merupakan singkatan sejak MOTEKAR, adalah Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) dari dari rakyat desa/kelurahan setempat yg memiliki visi, ambisi, beserta kuasa menyediakan aktivitas pemberdayaan keturunan prasejahtera lagi nona bagi menaikkan kualifikasi hidupnya agar lebih cantik.

Peran Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) batin (hati) fasilitasi pemberdayaan perawan lalu keluarga pra-damai makmur berfungsi celah lain:Mempercepat transfigurasi (Enabler)merupakan sehat kontingen dara bagi mengidentifikasikan masalahnya dan berbagi isi orang biar berhasil membereskan buah simalakama yang dihadapi.Perantara (Mediator), merupakan melaksanakan perantaraan individu/kelompok batin (hati) keluarga yang membutuhkan sokongan pelayanan bila terjadi konflik.Pendidik (Educator), artinya secara giat memberikan beragam akuisisi yg konkret, membangkitkan ketegaran individu/satuan kontingen nona batin (hati) kesibukan marga.Perencana (Planner), yaitu menyatukan bahan adapun pertarungan berisi aktivitas marga, sehingga dianalisa lagi memberikan cara lainusaha yang rasional.Advokasi (Advocation), yakni memberikan advokasi maupun mewakili divisi perawan yg memerlukan pemberian/fasilitas dan mendorong para produsen putusan jatah mau mendengar, memperhitungkan beserta peka mengenai hajat kontingen pemudi dalam kesibukan kerabat.Tujuan MOTEKAR

Tujuan Umum berisi kebijakan aktivitas fasilitasi Kader Pemberdayaan Masyarakat seperti tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) merupakan baur-padukan pola pembinaan marga lagi pemberdayaan gadis yg berorientasi dalam peningkatan level hidup sejahtera lahir beserta lubuk hati yg memasukkan kooperasi rakyat lalu lembaga tertambat berisi semua tingkatan.

Tujuan Khusus berbobot kearifan acara fasilitasi Kader Pemberdayaan Masyarakat seperti tenaga MOTEKAR berisi pembangunan keamanan dinasti di Jawa Barat ganggang lain :Meningkatkan kelas menetap marga pra-sejahteramenjadikan bangsa damai makmur pada Jawa Barat.Mengoptimalkan peran pemudi batin (hati) durabilitas dinasti, baik bermula aspek pendidikan, sosial, ekonomi, tradisi, lagi ketatanegaraan biar memiliki keberdayaan perseorangan berbobot kesibukan keluarga dengan masyarakat.Mengembangkan motif-patron pengkaderan tenaga MOTEKAR selaku Kader Pemberdayaan Masyarakat pada tingkat kelurahan/kampungmenyediakan berbagai konflik dalam keluarga pra-damai makmur.Mendorong sinergitas program fasilitasi Kader Pemberdayaan Masyarakat sebagi stamina MOTEKAR lalu agenda lain yang memiliki keterkaitan yang dilakukan SKPD pada jenjang pemerintahan daerah tingkat I lagi daerah tingkat II/kota di Jawa BaratMeningkatkan isi pelaku wargabeserta aparatur pemerintahan dalam tahap dusun/kelurahan di Jawa Barat.Sosok MOTEKARMotivasi banterKeinginan jatah berguruIdealismeMemahami iklim dankondisi dukuh/masyarakatdengan baikMemiliki sambungan apik dan warga /tokohmasyarakatPeduli lalu dilema dermawanMenghargai lalu berempati perkara perseorangan lainSehat secara badan dan jiwaMembangun motivasiMeningkatkan visiMeningkatkan kesigapanMenciptakan kontak/kaitan yang apikTugas lagi Peran MOTEKARMemfasilitasiMembangun proses program pada masyarakatMemberi tinjauanMemberi masukan berupa kapasitas, wawasan,teknologi bersama pengalaman kepada masyarakat.Menjadi penghubungMembangun relasi beserta beraneka ragam cerita, pihakdan forum yang bisa dimanfaatkan sang masyarakat dampingannya.Mengelola babak teknisMengelola langkah-langkah atau tahapan-tahapprogram, berawal berawal penjajakan kebutuhan mencapai ke monitoring.MOTEKAR Keluarga Berkualitas

(Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 9/2014)

Kondisi marga yang meliputi aspek tuntunan, gimnastik,perdagangan, donatur adat, kemandirian dinasti, bersama mental kerohanian sertanilai-volume agama yg adalah alassampai keluarga damai makmur.

Keluarga damai makmur merupakankeluarga yang dibentukberdasarkan bersama-sama perkawinan yg sah, menemui memenuhi kebutuhan beralamat spiritualdan material yg penuh, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubunganyang serasi, sebanding dan seimbang mengirimkan komponen keturunan lagi celah keluargadengan wargabeserta ranah.Pengertian KetahananKeluargaKetahanan keturunan yaitu kekuatan keluargauntuk mengurusi asal mula daya lagi problem yg dihadapi marga supaya keluargasejahtera merupakan terpenuhinya keinginan semua anggota marga (Sunarti 2001).Ketahanan dinasti berdasarkan UU No. 10 Tahun 1992merupakan kondisi dinamik suatu marga yang mempunyai ketahanan danketangguhan, serta mengandung ketentuan fisk-material dan kejiwaan mentalspiritual manfaat bermukim berdikari, dan menyebarkan perseorangan lalu keluarganya untukhidup damai dengan mempertinggi keamanan lahir dengan batin (BKKBN 1992).Mengapa Penting?Keluarga ialah bagian bakat masyarakat yangberperan primer dalam membentuk SDM yang berkualitas.Kapasitas keluarga mempunyai keberfungsian dankeberlangsungan masyarakat.Banyak masalah penderma yg berlangsung pada, darikegagalan/ketidakberfungsian marga akhirnya menimbulkan berbagai implikasisosial, ekonomi, dsbnya. Contoh: berkelahi, kekejaman terhadap bocah, gender bebasdan penyalahgunaan NAPZA di puak belia, dll.Komponen KetahananKeluargaKetahanan Fisik

Ketahanan badan berkenan lagi kekuatan perdagangan keluargayaitu ketentuan bagian dinasti batin (hati) mampu cerita ketajaman ekonomi sejak luarsistem marga bagi menyempurnakan keinginan alur (sungai) ibarat pangan, sandang,perumahan, asuhan lagi gimnastik.Ketahanan Sosial

Merupakan kemampuan dinasti berisi rekayasa jumlah kepercayaan ,pelestarian kelompok dan darma, kontak efisien, segmentasi lalu penerimaanperan, penetapan destinasi serta anjuran bagi berkembang, yang mau sebagai kekuatandalam menggagalkan dilema kerabat dan mempunyai kaitan donatur yang nyata.Ketahanan Psikologis

Kemampuan komponen keluarga jatah mengurusi emosinya sehinggamenghasilkan sketsa orang yg nyata beserta kegembiraan terhadap pemenuhan kebutuhandan pencapaian tugas perkembangan keturunan.Kemampuan mengurusi emosi lalu konsepdiri yg bagus menjadi kunci batin (hati) tangkis masalah-buah simalakama dinasti yangbersifat non badan (buah simalakama yg tidak berkaitan lalu materi serupa masalahkesalahpahaman, perseteruan suami beserta teman hidup, dsb).Fungsi KeluargaFungsi religiositasFungsi Sosial BudayaFungsi Cinta KasihFungsi MelindungiFungsi ReproduksiFungsi Sosialisasi lagi PendidikanFungsi EkonomiFungsi Pembinaan LingkunganTugas Keluarga

Keluarga memiliki tugas alas, dinas evolusi lagi tugaskrisis yang wajibdijalani lagi berhasil agar tiba keselamatan beserta kebahagiaan.

Keluarga yang dibentuk menurut dan perkawinan yang legal,memperoleh memenuhi hajat berdiam kerohanian dan aktual yang layak, bertaqwakepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki sangkutan yg serasi, sepadan lalu seimbangantar anggota lalu antara keturunan lagi masyarakat beserta ranah.

Kondisi kerabat yg memberitahuakn hubungan mengirimkan anggotakeluarga yang apik, selaras, asri lalu setara.Suasana marga yg ramah,akrab, gerah lalu ceria.Manajemen Sumber DayaKeluarga, Interaksi Keluarga, Kelentingan Keluarga dan MAnajemen StressKeluarga

Kemampuan keluarga mengurusi sumber energi manusia, sumberdaya benih dengan duit serta asal mula energi waktu.Sumber kekuatan bangsa tak selaluharus dimiliki kerabat, anmun macam mana kerabat mampu mengakses berbagaisumber energi pada luar aturan bangsa untuk dibawa ke berisi sistem keturunan.

Hubungan gerakan respons dan komunikasi antar bagian keluargayaitu antar partner suami kawan hidup, menyampaikan perseorangan tua dan anak, mengangkut bocah danantar komponen keluarga pada, angkatan yg asing.

Kemampuan keluarga jatah kumat bermula keterpurukan dankenelangsaan dengan kembali menemui cerita dayamembuntuti tujuan bertempat tinggal.Kemampuan keluarga tersebut berkaitan lalu:Sistem pengawalPola organisasiProses koneksi dalam kerabat